LPPM STIE Bakti Bangsa Gagas Pasar Edukasi Dan Pasar Desa Tematik, Bupati Baddrut Merespon Positif


PAMEKASAN- Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa Pamekasan, rupanya tidak mau menyia-nyiakan pertemuan Civitas Akademika STIEBA Pamekasan dengan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Pertemuan yang berlangsung santai, di peringgitan dalam rumah dinas Bupati Pamekasan, Rabu,(14/11/2018) tersebut, dijadikan sebagai momentum menyampaikan masukan kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, untuk membawa Pamekasan hebat dan berkemajuan.

 

Ketua LPPM STIE Bakti Bangsa Pamekasan Akhmad Fawaid menyampaikan gagasan kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Salah satunya, tentang pengelolaan pasar tradisional Pamekasan, agar didorong menjadi pasar edukasi dan pariwisata.

 

Menurut Fawaid, pasar yang selama ini identik dengan tempat kotor, becek, menjadi salah satu penyebab kemacetan dan hanya dijadikan tempat bertemunya penjual dan pembeli, harus segera di revitalisasi. Bentuknya misalnya, berupa penyediaan tempat bermain anak dan rest area khusus, yang dilengkapi wifi dan buku.

 

“Jika satu keluarga berkunjung ke pasar, maka ibunya membeli kebutuhan di pasar, anaknya bermain di tempat bermain yang ada di pasar. Sementara, ayahnya bisa mencari pengetahuan dan informasi baru melalui buku dan internet, yang juga dipersiapkan di pasar tersebut,”ungkapnya.

 

Bahkan jika memungkinkan menurut Fawaid, di pasar pula dipersiapkan bonos kepada pengunjung dan pengguna pasar, yang mampu menjaga kebersihan pasar, dengan cara memungut sampah yang ada di pasar, tanpa menunggu petugas kebersihan pasar.

 

Fawaid juga memberikan masukan, agar pasar di Kecamatan ataupun pasar desa yang ada di Pamekasan, untuk dijadikan pasar tematik atau pasar yang hanya menjual produk-produk tertentu. Ia mencontohkan pasar desa Pagagan, yang berada di Kecamatan Pademawu. Seharusnya pasar tersebut, aktivitasnya hanya menjual produk ikan dan olahan ikan. Sehingga, jika ada masyarakat di luar Pamekasan berkunjung ke Pamekasan, membutuhkan ikan dan produk olahan ikan, tinggal ke pasar tersebut. Demikian di pasar-pasar lainya di Pamekasan.

 

Dalam kesempatan itu, Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakti Bangsa Pamekasan, menyerahkan produk olahan ekonomi kreative, melalui pemamfatan bonggol pisang, yang sudah berupa krupuk.

 

Latar belakang di lakukan pemamfatan bonggol pisang tersebut, karena melimpahnya pohon pisang di Pamekasan, serta engganya masyarakat memamfaatkan bagian-bagian pohon pisang dan membiarkan pohon pisang setelah di panen membusuk.

 

Pemamfatan bonggol pisang menjadi krupuk bonggol pisang ini menurut Fawaid, bukan temuan baru, melainkan temua lama, dari masyarakat. Namun, masyarakat enggan menangkap peluang ekonomi kreative ini, menjadi keuntungan. Sehingga, LPPM STIEBA berkepentingan, untuk melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat perempuan, dalam hal pengembangan sumber daya manusia, pengemasan produk, variasi rasa hingga pendampingan pemasaran.

 

“Ini juga dalam rangka mendukung Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, untuk mewujudkan program 10 ribu wirausaha baru di Pamekasan. Mudah-mudahnya ini menjadi pintu awal kami, ber-sinergi dengan pemerintah daerah,”tegasnya.

 

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengapresiasi gagasan yang disampaikan LPPM STIE Bakti Bangsa Pamekasan. Dalam kesempatan itu, LPPM STIE Bakti Bangsa diminta untuk segera menyusun proposal gagasan yang ditawarkan tersebut, agar bisa dimasukkan dalam program kerja anggaran 2019. Usulan tersebut menurut Bupati Baddrut tamam, sangat logis untuk dimasukkan dalam program kerjanya.“Silahkan STIEBA susun gagasan tersebut dalam bentuk proposal, lalu paparkan kepada kami. Nanti kami akan tindaklanjuti untuk dimasukkan dalam program tahun 2019. Untuk itu, segera dibuat perencanaan,”Pungkasnya. (redaksi).

 


Komentar (0)

Silakan masukkan data terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar