Guru Besar UMM, Uji Laporan Kemajuan Hasil Pengabdian Dosen STIE Bakti Bangsa


STIE Bakti Bangsa: Guru besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Adi Sutanto, M.M. IPU menguji hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, dosen STIE Bakti Bangsa, yang lolos pengusulanya dari Direktorat Riset dan Pengabdian masyarakat (DRPM) Kemendibudristek 2023.


Dua judul yang lolos tersebut diantaranya, Pelatihan re-branding dan digital marketing berbasis website pada UMKM Nyi leha batik yang diusulkan Akh. Fawaid Dosen Ekonomi Islam STIE Bakti Bangsa, dan Penerapan blue ekonomi melalui Millenial Talent Hub bagi wirausaha olahan ikan di Pamekasan yang diusulkan oleh Musoffan Dosen Ekonomi Pembangunan STIE Bakti Bangsa. 

Prof. Dr. Adi Sutanto, M.M. IPU, mengapresiasi hasil pengabdian dosen STIE Bakti Bangsa tersebut. Kegiatan pengabdian berjudul batik itu, dinilai sesuai dengan Kabupaten Pamekasan. Dimana pemerintah Kabupaten Pamekasan, sangat konsisten mendukung promosi dan pemasaran batik madura. Sehingga, dari hasil pengabdian itu, sangat relevan dengan kondisi di Pamekasan. 

"Tadi disebutkan ada 38 sentra batik, dan 933 unit usaha, dan 6.526 orang menggantungkan nasibnya pada jenis usaha kreatif batik tersebut. Tinggal, selanjutnya, saya mengusulkan agar STIE Bakti Bangsa, menjadi pionir lahirnya pusat pengembangan batik Madura, serta sekolah entrepreneuer, "Ungkapnya.

Sementara, untuk penerapan blue ekonomi pada wirausaha olahan ikan, Prof Adi menilai sangat cocok untuk dikembabgkan di Madura, apalagi Madura merupakan daerah kepulauan. Sehingga, memungkinkan untuk dijadikan penerapan blue ekonomi. 

Selain, Prof. Dr. Adi Sutanto, M.M. IPU, Penguji lainya, yakni Achmad Syafiuddin, S.Si, M.Phil., Ph.D, dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). 

Pria yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada masyarakat (LPPM) Unusa ini masuk dalam daftar word's Top 2% Scientists yang dirilis oleh Elasviers dan stanford University. 

Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D. menjadi atu-satunya dosen PTNU yang berhasil masuk jajaran peneliti top dunia. Sebanyak 98 nama peneliti Indonesia yang masuk daftar tersebut. Achmad Syafiuddin berada pada peringkat ke 27 dari 98 nama tersebut dengan kategori Self-Citation Excluded. 

Achmad Syafiuddin, S.Si, M.Phil., Ph.D, menyarankan kepada STIE Bakti Bangsa, agar memetakan calon-calon mitra produktif dan melakukan pembinaan secara terus menerus dan berjenjang. 

"Dua hasil pengabdian ini cukup bagus, dan saya sarankan, kedepan STIE Bakti Bangsa bisa memetakan mitra baik dari desa atau UMKM, untuk dilakukan pendampingan secara terus menerus, " Pungkasnya. (red) 



Komentar (0)

Silakan masukkan data terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar